Posts

Showing posts from 2013

Kebaikan itu Berproses Bukan?

Image
One Tree, Four Seasons* Saya termasuk yang percaya bahwa menjadi baik itu butuh proses. Dan oleh karenanya butuh waktu. Jangan sampai upaya kita untuk mengubah seseorang justru membuat ia makin sulit berubah, hanya karena kita berkeinginan ia berubah seketika. Saya masih ingat suatu ketika pernah berada pada kondisi yang sedang berapi-api berdakwah di kampus. Waktu itu saya baru tingkat satu. Semester satu malah. Ya, masih anak baru. Kebetulan pada waktu itu ketika pemilihan perangkat kelas saya terpilih sebagai ketua rohis. Entah apa alasannya saya juga tidak tahu. Nah, karena waktu itu saya juga aktif sebagai anggota LDK, kultur LDK saya bawa mentah-mentah ke kelas. Terutama soal pemisahan tempat duduk. Di LDK, ada kultur pemisahan area ikhwan dan akhwat. Jadi kalau rapat (syuro) posisi duduknya umumnya terpisah, bahkan disekat dengan hijab sehingga peserta ikhwan tidak bisa memandang peserta akhwat. Begitu pula sebaliknya. Dus, sebagai ketua rohis, merasa punya wewena

Investasi Rumah?

Image
##### Apa itu bubble? Dalam dunia keuangan bubble sering dianggap sebagai penggelembungan harga sebuah asset yang tidak dibarengi oleh peningkatan nilai fundamentalnya. Misalnya seperti fenomena bubble saham-saham dot com yang pernah muncul di awal dekade 2000-an. Karena orang-orang beranggapan millenium baru adalah era baru di mana dunia maya bisa jadi lahan basah untuk berbisnis, perusahaan-perusahaan berbasis web saat itu dipersepsikan punya prospek yang super tinggi. Investor pun ramai-ramai ingin membeli saham tersebut. Nah karena permintaan meningkat, harganya pun melonjak. Sampai pada suatu titik, harga keseimbangan saham-saham perusahaan berbasis web saat itu tidak bisa ditandingi harga saham di sektor lain.  Masalah muncul saat diketahui ternyata perusahaan-perusahaan itu tidak bisa merealisasikan profit sesuai ekspektasi investor. Dalam bahasa yang lebih sederhana, investor terbukti overestimate terhadap kinerja perusahaan itu. Investor sudah mbela-belain beli saham

Agar Setiap Harinya Berharga

Image
Berkali-kali saya nonton film Titanic (1997), baru kali ini saya sadar ada inspirasi bagus dari salah satu fragmennya. Yakni ketika Jack ditanyai salah seorang nyonya bangsawan, apakah ia puas dengan kehidupannya sebagai gelandangan tak jelas  Jack ketika diundang makan malam Ini jawabannya si Jack: Well, yes, ma'am, I do... I mean, I got everything I need right here with me. I got air in my lungs, a few blank sheets of paper. I mean, I love waking up in the morning not knowing what's gonna happen or, who I'm gonna meet, where I'm gonna wind up. Just the other night I was sleeping under a bridge and now here I am on the grandest ship in the world having champagne with you fine people. I figure life's a gift and I don't intend on wasting it. You don't know what hand you're gonna get dealt next. You learn to take life as it comes at you... to make each day count. (Terjemahan saya) Ehm, ya nyonya, saya puas. Saya merasa punya semua yang saya butu

Namanya Rahima

Image
Waktu itu Perang Dunia I tahun 1920. Turki di bawah Mustafa Kemal Pasha melawan Perancis. Turki terdesak mundur dan kalah, tetapi perlawanan rakyatnya sungguh luar biasa. Demi kehormatan bangsa dan tanah air, segala pengorbanan dilakukan dengan sepenuh jiwa dan raga. Dari Desa Razieler, Distrik Osmania muncul sosok perempuan pemberani yang ikut berjuang melawan penjajah itu. Dia bernama Rahima. Perempuan muda ini menjadi sukarelawan di bawah pimpinan Husain Agha. Dia terlibat dalam penyerbuan Ninth Tunnel di bulan Februari 1920. Kelompok kecil ini berhasil merampas gudang senjata milik Perancis. Rahima sungguh ksatria. Dia melakukan banyak pekerjaan emergensi yang biasa dilakukan tentara pria. Dia bahkan mengangkat mayat tentara-tentara Turki yang syahid di medan tempur. Para tentara Turki menjulukinya "Tayar", sang penerbang, karena kecepatan dan kegesitan langkahnya. Rahima kemudian menjadi pemimpin pasukan dalam penyerbuan ke markas tentara Perancis di Osmania

Seperti Aaron Ramsey

Image
Aaron Ramsey Bagi penggemar bola, khususnya liga Inggris (EPL), nama Aaron Ramsey mungkin tidak lagi terdengar asing. Ya, dia adalah pemain Arsenal yang berada di posisi gelandang atau midfielder. Berasal dari negeri Wales, kata isteri saya dia lumayan ganteng juga (gak penting :-p). Setidaknya sampai pekan keenam musim liga 2013/2014, Ramsey cukup hangat menjadi pembahasan di kalangan fans Arsenal (Gooners) karena performanya yang dinilai sangat cemerlang. Dari total 9 pertandingan yang dilewatinya musim ini, ia sudah mencetak 8 gol; 4 gol di EPL dan 4 gol lagi di UCL. Buat seorang gelandang yang fungsi utamanya lebih pada membantu terciptanya gol, kontribusi seperti itu tentu istimewa. Mudah-mudahan performanya terus konsisten hingga akhir musim.  Namun mungkin tak banyak yang tahu jika musim lalu justru Aaron Ramsey beroleh banyak hujatan, terutama dari fans Arsenal sendiri. Pasca pulih dari cidera patah kaki dan absen totalnya selama 1 tahun penuh, ia seperti tak mampu m

Menyikapi Kontroversi

Image
Ketika masih di bangku SMA kelas 2, saya pernah diminta oleh guru Bahasa Indonesia untuk ikut kompetisi debat. Bersama dua orang rekan yang lain kami disiapkan untuk bertanding di sebuah event , kalau saya tidak salah ingat waktu itu untuk melawan SMA Negeri 3 Pematang Siantar.  Kompetisi debatnya cukup unik. Kedua tim yang bertanding baru diberitahu tentang tema yang diperdebatkan sesaat sebelum debat dilakukan. Kemudian dilakukan pengundian, mana tim yang jadi tim positif dan mana pula yang jadi tim negatif. Tim positif berarti tim itu harus berposisi mendukung tema, sebaliknya tim negatif berarti harus selalu jadi pihak yang tidak setuju pada tema. Jadi tidak peduli bagaimana pandangan pribadi kami tentang tema tersebut, yang jelas suara kami harus konsisten dengan hasil undian. Tentu saja semua penyuaraan yang disampaikan dalam debat harus disertai argumen seilmiah mungkin, karena kemampuan berargumen itulah yang jadi poin penting dalam penilaian debat. Kebetulan saya lupa

Nasyid "Kampung Tarbiyah"

Mudik kemarin alhamdulillah Alloh takdirkan saya berkenalan dengan tim nasyid Uciha (Untaian Cinta Hati) dari Medan. Tak sengaja sebenarnya karena "kebetulan" mereka diundang mengisi acara walimahan yang saya hadiri. Dari tim dengan personel 3 orang ini saya kembali terinspirasi bahwa nasyid itu tak perlu heboh. Cukup jadilah tim nasyid yang simpel dan biarkan dengan kesederhanaan itu, dengan kesimpelan itu pesan dakwah lewat bisa mengena ke hati masyarakat.  Ini salah satu nasyid yang jadi hits mereka, Kampung Tarbiyah.  Buat Uciha, Barokallohulakum :) ----------------------- ~Kampung Tarbiyah~ Menghindari dari prasangka buruk kepada tetangga Membangun ukhuwah dengan penuh cinta karena Tuhanlah Saling tolong menolong dengan ikhlas itu yang utama Suasana itulah yang ada di kampung tarbiyah Kampung Tarbiyah, Kampung Tarbiyah Kampung Tarbiyah, memang indah... Kampung Tarbiyah, Kampung Tarbiyah Kampung Tarbiyah, penuh cinta... Lihatlah kehidupan mereka seder

Setelah Sekian Lama Tidak Ter-Update

Lebih dari 45 hari sejak tulisan terakhir, blog ini kosong dari update. Saya stag dari menulis blog. Buat seorang blogger, ini bisa dikategorikan sebagai dosa nih, hehehe. Yah, sebenernya kalau mau dicari kambing hitam saya bisa menyalahkan banyak hal, dari mulai tugas kuliah yang enggak selesai-selesai sehingga menumpuk, persoalan tempat tinggal yang butuh perbaikan teknis, sampai berbagai urusan keluarga besar yang menguras energi plus perhatian dari menulis. Well, tapi saya teringat pelajaran semasa di asrama PPSDMS dulu bahwa kesalahan kita seyogianya tidak diikuti oleh excuse apa pun. Kenapa? Karena excuse semacam itu bisa melatih kita untuk tidak bertanggung jawab. Alih-alih berpikir bagaimana supaya kita bisa memperbaiki diri, excuse malah mendorong kita agar kesalahan itu bisa dimaklumi. So, jangan biasakan do excuse. Selama hampir dua bulan kosong ini tentu ada banyak hal yang saya lewati dan tentunya menyisakan hikmah tertentu. Kebanyakan hanya bisa saya posting lewat sta

My Vote for The Dark Knight Rises

Image
Saya mungkin termasuk yang ketinggalan zaman, baru berkesempatan menonton film The Dark Knight Rises beberapa hari yang lalu. Kalau boleh berpendapat, ini film superhero terbaik yang pernah saya tonton. Apalagi kalau filmnya sudah lulus sensor. Anyway, meskipun saya sadar ini bukan film sempurna (kalau menyempatkan diri surfing di dunia maya bisa kita temukan banyak kritik buat film ini), bagi saya tetap tidak mengurangi inspirasi yang bisa saya peroleh seusai menonton. It's very powerful, very empowering. Beda dengan edisi film batman sebelumnya, bahkan part I dan II-nya meski ada di trilogi yang sama, part III ini menyuguhkan tidak semata aksi si Bruce Wayne dan alternate egonya melawan musuh, tapi juga memperlihatkan bagaimana orang-orang baik yang ada di Gotham itu juga turut berperan signifikan memperjuangkan kota. Yang selama ini sering kita lihat kan, biasanya film superhero selalu menjadikan si superhero sebagai sosok pamungkas yang jadi solusi sejuta umat. Poko

CEO Forum: Johari Zein

Image
Jalan Spiritual Ala JNE   CEO Forum, 4 Juni 2013 Bersama Bapak Johar Zein, Managing Director JNE “ Tiada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan pula“ QS Ar Rahman: 60   CEO Forum kali ini dimulai dengan sebuah iklan audio visual yang menarik dari JNE. Dalam iklan itu diceritakan seorang kurir JNE yang memulai harinya dengan indah bersama keluarga yang harmonis. Ia berangkat kerja sekaligus mengantarkan anak laki-lakinya ke sekolah. Dalam perjalanannya ke kantor, ia menemukan seorang ibu yang sedang tertatih-tatih membawa barang belanjaannya yang berat. Kurir tersebut pun tak segan-segan kemudian langsung menawarkan bantuan, mengantarkan sang ibu langsung ke tujuannya. Sesampainya di kantor, sang kurir tak lupa menyapa rekan-rekannya di sana dengan senyum cerah ceria dan dibalas dengan cara yang sama pula. Sang kurir pun melanjutkan tugasnya mengantarkan barang dengan riang gembira, tak lupa sesungging senyum selalu diberikan bagi pelanggan yang menerima pesanannya. I

CEO Forum: Petrus Gandamana

Image
CEO Forum, 28 Mei 2013  Bersama Bapak Petrus Gandamana, Chief Editor Bakery Magazine  “Kalau tidak langsung involved di bisnis, bisnis Anda tidak akan jalan”      Bapak Petrus Gandamana adalah sosok profesional muda yang pernah menempa pengalaman bersama PT Bogasari sebagai Sales Manajer. Tidak heran beliau telah merasakan interaksi yang begitu intens dengan industri bakery dan cake sebagai pengguna utama terigu. Pengalaman itu pula yang membuat beliau cukup banyak memahami seluk beluk dunia industri ini dari A sampai Z, dari persoalan proses produksi hingga persoalan regulasi. Dari persoalan sistem manajerial hingga sumberdaya manusia. Intinya, karir profesional tersebut berhasil membuat seorang Petrus belajar banyak hal.        Posisi sebagai sales manajer yang memang harus selalu tanggap terhadap pasar sedikit banyak membuat beliau tersadar bahwa dari waktu ke waktu, jumlah perusahaan bakery dan cake semakin tinggi akibat membaiknya situasi ekonomi Indonesia secara m

Koridor Berukhuwah

Image
Good Men and the Pigeons Berukhuwah itu boleh beda pendapat, boleh beda pandangan, boleh beda sikap, boleh adu argumen, bahkan boleh kesel-keselan. Tapi harus dijaga untuk tidak mencela, tidak menggelari dengan gelar yang buruk, tidak mengghibah, tidak mencari-cari kesalahan, dan tidak berprasangka buruk. Kalau itu diajaga insyaAlloh ukhuwah ini akan terus awet...  Wallohua'lam #tadabur QS Al Hujurat 11-12 ---------------------------------- Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-ora

Mereduksi Resiko Bisnis

Image
Dalam bukunya, Essentials of Entrepreneurship and Small Bussiness Management, Norman Scarborough memaparkan hasil penelitian bahwa dari semua bisnis baru yang muncul, hanya 44% bisnis yang bertahan lebih dari 4 tahun sejak mereka didirikan. Artinya, sepanjang kurun waktu 4 tahun tersebut, lebih dari setengah bisnis yang muncul (56%) gagal. Ya, gagal adalah kosakata umum dalam bisnis. Kalau ada bisnis yang tidak pernah gagal, percayalah itu adalah bisnis di negeri dongeng. Nah, karena kegagalan adalah tabiat dari bisnis, maka orang-orang yang memang berazzam untuk jadi bisnisman/bisniswoman memang harus tangguh. Artinya, mereka harus siap untuk bangkit setiap kali jatuh. Apalagi, bagi kita yang percaya bahwa kita membangun bisnis bukan semata hanya sebagai sarana pencari harta, tapi juga sarana pencari mulia dan kendaraan ummat untuk berdakwah. Motivasi untuk tangguh itu tentu harus lebih besar lagi bukan? Meski demikian, tentu kita harus punya upaya untuk sebisa mung

Rumus Bahagia

Image
Selama ini mungkin tak sedikit dari kita yang selalu minta lebih sama Alloh, ingin segera menikah, ingin segera mapan, dapet kerjaan, ingin punya gaji besar, ingin bisa kuliah di luar negeri, dan sebagainya. Plus, biasanya kita juga ingin yang dimiliki orang lain, yang belum kita miliki. Dengan anggapan jikalau keinginan itu Alloh penuhi maka kita akan lebih bahagia. Tapi, apa iya itu akan membuat kita lebih bahagia?  Bagi saya pribadi, sesungguhnya pintu masuk yang menjadi penentu kebahagiaan adalah rasa syukur. Bukan terpenuhinya keinginan. Kalau dimodelkan dengan persamaan matematis, kira2 jadinya begini: B = S (H + P + I + C + X) di mana: B = Nilai kebahagiaan S = Nilai kesyukuran H = Nilai harta materiil P = Nilai prestise/self esteem I = Nilai ilmu dan kecerdasan C = Nilai hubungan dengan sesama X= Nilai Error (Nilai lain2 yang tidak tercover dalam model) Maka, makin bersyukur kita, insyaAlloh makin bahagia pula kita. Sebaliknya, kalau syuku

The Boy in The Striped Pyjamas

Image
The Boy in The Striped Pyjamas , anak laki-laki di dalam piyama bergaris, film yang mengingatkan saya pada film Grave of the Fireflies . Film yang lagi-lagi menceritakan betapa tidak menyenangkannya suasana perang itu. Kali ini perspektif diambil dari sisi seorang anak, Bruno, putra dari perwira tinggi Nazi yang bertugas 'mengelola' kamp konsentrasi Yahudi di suatu tempat. Latar waktu berkisar pada perang dunia II ketika Jerman pada saat itu dipimpin oleh Adolf Hitler. Bruno dan keluarganya (ayah, ibu, seorang kakak perempuan, dan seorang khadimat) pada awalnya tinggal di Berlin. Namun saat sang Ayah, Ralf, dipromosikan karir militernya mereka diharuskan pindah ke sebuah daerah yang tidak disebutkan namanya, di pelosok Jerman, di pinggir hutan. Di kediaman barunya ini Bruno berinteraksi dengan suasana baru yang jauh berbeda dengan suasana yang selama  ini ia hadapi di Berlin. Rumahnya berpagar tinggi dan dijaga oleh tentara. Sama sekali tak punya tetangga. Bruno tak

Triwulan 1 di MB IPB (III)

Image
Sambungan dari  Triwulan 1 di MB IPB (II) Sistem Informasi Manajemen Intinya: Sistem informasi itu penting diterapkan kalau sebuah bisnis itu mau maju. Sistem informasi bikin yang sulit jadi mudah, yang kompleks jadi sederhana, dan yang lambat jadi cepat, tentu dengan asumsi sistemnya bisa dijalankan dengan baik. Kalau semua atribut itu bisa dimiliki, perusahaan akan lebih efisien menjalankan aktivitasnya.  Untuk membangun sistem informasi tentunya sudah ada ahlinya tersendiri. Yang penting bagi seorang pebisnis adalah sebelum membangun sistem informasi, dia harus benar-benar tahu apa yang ia mau dan apa yang dia butuhkan. Para ahli yang akan membuat sistem informasi ini sebenernya butuh dikte, butuh arahan sistem yang ingin dibuat itu seperti apa. Kalau dikte, arah, identifikasi kemauan itu sudah jelas, insyaAlloh sistemnya bisa dibuat sesuai permintaan. Yang penting semua itu dikomunikasikan dengan jelas tanpa ada perbedaan penafsiran antara pebisnis dan ahli SI. Yang