Posts

Showing posts from November, 2017

Catatan Cinta dari Makkah [Resensi]

Image
Alhamdulillah pekan lalu Alloh berikan saya kesempatan menamatkan buku ini. Buku ini saya pinjam dari seorang teman dan berdasarkan endorse dari beliau, katanya sih bagus. Secara ringkas ini adalah buku tausiyah. Jadi kalau kita sering liat temen yang biasa posting status tausiyah rada panjang di fb, nah kita akan menemukan hal yang kurang lebih sama di buku ini. Karena memang buku ini adalah kompilasi dari postingan-postingan status fb penulisnya. Tapi kata orang-orang tua dulu, lain lubuk lain ikannya. Lain penulis, lain pula cara penyampaian tausiyahnya. Cara Mas Awy (penulisnya) menyampaikan tausiyah adalah dengan menceritakan sekelumit fragmen pengalaman hidup dirinya dan orang-orang di sekelilingnya, untuk kemudian diambil ibroh atau pelajaran darinya. Simpel, tapi cukup efektif mengena, karena kisah itu memberikan konteks sehingga pesan yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan kita. Terlebih tausiyahnya disampaikan dengan santai. Kisahnya juga beragam, dari y

Gang Leader for a Day [Resensi]

Image
Alhamdulillah pekan ini Alloh berikan kesempatan saya menamatkan buku yang jadi salah satu rekomendasi om Mark Zuckerberg. Masuk sebagai salah satu New York Times best seller, dan terbit sudah cukup lama tahun 2008, buku ini bercerita tentang pengalaman Sudhir Venkatesh (si penulis sendiri), seorang mahasiswa sosiologi University of Chicago, saat ia masuk dan berinteraksi dengan komunitas masyarakat kulit hitam di Robert Taylor Housing Project.   Robert Taylor Housing Project, yang kemudian diistilahkan dengan “project” dalam buku ini, adalah program pemerintah negara bagian Chicago yang menyediakan hunian bagi masyarakat miskin kulit hitam yang dikemas bersama dengan program subsidi dan bantuan-bantuan sosial lainnya. Hanya saja, karena kondisi sosiokultural saat itu yang masih kental nuansa rasismenya, proyek ini lebih mirip “ghetto” ketimbang public housing. Lokasinya terpencil dan terpisah secara geografis dari pemukiman kulit putih, sarana publiknya pas-pasa

Review Thor: Ragnarok

Image
Dari semua karakter hero Marvel yang pernah muncul di film, Thor sebenarnya bukan karakter yang cukup menarik buat saya. Karena gak cukup menarik, saya tak pernah nonton film Thor di bioskop. Pengecualian untuk Thor: Ragnarok ini. Alasan saya nonton sebenarnya hanya karena penasaran saja. Pertama, banyak reviewer yang bilang film ini istimewa. Temen saya pas ditanya gimana responnya sama film ini dia juga bilang bagus. Kedua, dari judulnya, saya bertanya-tanya bagaimana peristiwa Ragnarok, sebagai salah satu peristiwa epic dalam mitologi orang Nordik, digambarkan dalam sebuah film superhero. Itu saja. Helmnya si Hulk (sumber: IGN ) Setelah saya nonton, penilaian saya film ini standard aja sebenarnya. Di bawah ekspektasi malah, meski gak bisa dibilang jelek juga. Betul bahwa kualitas gambar, suara dan acting pemainnya bisa diacungi jempol lah. Aspek humornya pun banyak dan bikin film ini cukup menyenangkan buat ditonton. Tapi kalau bagi saya pribadi, dua aspek itu bukan ha

Teknik Membaca Cepat

Saya cukup terkesan ketika seorang teman bercerita ia sanggup mereview 41 buku hanya dalam waktu 6 bulan. Itu artinya dalam 1 bulan dia menghabiskan kurang lebih 6-7 buku, atau dengan kata lain sebuah buku bisa dia selesaikan dalam waktu kurang dari 1 pekan. Dan itu dia lakukan tidak dalam kondisi menganggur. Teman saya ini adalah karyawan di sebuah lembaga dan salah seorang dosen yang juga punya aktivitas keseharian yang banyak. Ia mengaku pembacaan dan review buku itu semua bisa dilakukan tanpa mengubah rutinitas kesehariannya. Apa rahasianya? Ternyata teknik membaca cepat. Materi tentang teknik membaca cepat memang bukan sesuatu hal yang baru. Beberapa tahun lalu sempat marak beredar buku yang membahas tentang itu di toko-toko buku. Trainingnya juga ada. Hanya saja selama ini saya termasuk yang skeptis dengan itu. Apa iya teknik membaca cepat ini serius dan efektif? Apa iya teknik membaca cepat ini bisa membantu kita membaca dengan pemahaman yang baik? Atau sekedar teknik self

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Baca?

Sudah jamak pemahaman di masyarakat kalau membaca buku itu berdampak positif bagi kehidupan. Ada banyak sekali ungkapan yang menggambarkan itu. Buku adalah jendela dunia, buku adalah teman terbaik dalam perjalanan, buku adalah pengikat ilmu, buku adalah gerbang kita mewariskan peradaban, dan seterusnya. Tapi mengapa ada sebagian orang yang gemar membaca buku sementara sebagian orang lagi tidak? Beberapa waktu lalu saya melihat vlognya Pandji Pragiwaksono yang membahas tentang kebiasaan membaca buku. Link-nya ini . Vlog itu sendiri dilatarbelakangi keinginannya untuk menjawab pertanyaan yang seringkali disampaikan mengenai bagaimana caranya menumbuhkan minat baca. Pertanyaan semacam ini menurut saya mengisyaratkan bahwa banyak orang yang sebenarnya ingin membaca, tapi ketika membaca mungkin dia mudah bosan, mengantuk, malas dan sebagainya. Akhirnya buku dia tinggalkan.  Menurut Pandji, alasan kenapa seseorang berminat membaca buku adalah karena dia berminat dengan apa yang ter