Seperti Aaron Ramsey

Aaron Ramsey

Bagi penggemar bola, khususnya liga Inggris (EPL), nama Aaron Ramsey mungkin tidak lagi terdengar asing. Ya, dia adalah pemain Arsenal yang berada di posisi gelandang atau midfielder. Berasal dari negeri Wales, kata isteri saya dia lumayan ganteng juga (gak penting :-p). Setidaknya sampai pekan keenam musim liga 2013/2014, Ramsey cukup hangat menjadi pembahasan di kalangan fans Arsenal (Gooners) karena performanya yang dinilai sangat cemerlang. Dari total 9 pertandingan yang dilewatinya musim ini, ia sudah mencetak 8 gol; 4 gol di EPL dan 4 gol lagi di UCL. Buat seorang gelandang yang fungsi utamanya lebih pada membantu terciptanya gol, kontribusi seperti itu tentu istimewa. Mudah-mudahan performanya terus konsisten hingga akhir musim. 

Namun mungkin tak banyak yang tahu jika musim lalu justru Aaron Ramsey beroleh banyak hujatan, terutama dari fans Arsenal sendiri. Pasca pulih dari cidera patah kaki dan absen totalnya selama 1 tahun penuh, ia seperti tak mampu menunjukkan performa terbaiknya lagi. Permainannya buruk dan tak banyak kontribusinya bagi tim. Ia juga kerap kehilangan bola. Bahkan saya sempat berkelakar sama isteri, bahwa Ramsey ini tipe pemain yang kalau dapat kesempatan menembak bola ke gawang lawan, penonton tak perlu berharap apa-apa, karena dijamin tak bakalan gol (jahat banget ya? hehe). Saking buruknya, tidak sedikit penggemar yang beranggapan harusnya Ramsey ini dipinjamkan atau sekalian dijual saja dari Arsenal. Meski demikian Arsene Wenger, sang manajer sekaligus pelatih, tetap tak bergeming. Sampai akhir musim lalu, ia masih menaruh kepercayaan pada Ramsey dengan tetap memberinya kesempatan bermain di skuad utama, bahkan kerap sebagai starting eleven.

Musim ini, kesabaran sang pelatih itu sepertinya berbuah manis. Penampilan Ramsey awal musim ini seolah menghapus sama sekali reputasi buruk musim lalu. Berhasil keluar dari 'dark period' dengan baik, kini Ramsey menjadi the shining midfielder, menggila bersama rekan setimnya yang baru, Mesut Oezil.
-----------------------

Dari cerita Ramsey ini, saya kembali sadar satu kaidah simpel: Hari ini mungkin seseorang itu bukan siapa-siapa, tapi someday dia bisa jadi sesuatu. Persis seperti yang dikatakan oleh mendiang Steve Jobs, bahwa jangan tertarik menilai seseorang dari satu titik, karena sesungguhnya ada banyak titik yang telah dan akan dilaluinya. Betapapun seseorang menemui masa-masa gelap dalam kehidupannya, jika diiringi dengan ikhtiar maksimal kelak ia bisa menemukan jalan terang. Mungkin Arsene Wenger sadar potensi Ramsey, namun ia paham bahwa untuk pulih sepenuhnya dari cidera Ramsey butuh kepercayaan, butuh kesabaran, butuh dukungan, butuh pengayoman. Bagi saya, Ramsey sangat beruntung mendapat pelatih seperti Wenger yang punya semua itu.

Dan menilik ke situasi personal kita, kita mungkin bisa sedikit belajar bahwa jika sekarang kita bukan apa-apa, suatu saat nanti kita bisa jadi sesuatu juga. Yang kita butuhkan? Hanya keyakinan dan kesungguhan, serta lingkungan terbaik yang mendukung untuk itu. Seperti Ramsey. Ya, seperti Aaron Ramsey. :)

Wallohua'lam

Comments

  1. Banyak pemain yg justru redup setelah cidera.. banyak orang yang sulit bangun setelah terjatuh.. well done rambo.. he scores when he play..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Saya Berhenti Liqo? (II)

Mengenal Gerakan Islam di Indonesia

Mengapa Muhammadiyah?