Posts

Showing posts from 2012

Jejak di Tahun 2012

Sebuah cita-cita hanya akan diperoleh dengan perjuangan. Sedangkan tabiat perjuangan selalu menuntut pengorbanan. Lantas, jika selama ini kita merasa tidak berkorban apa-apa, jangan-jangan kita memang tidak pernah beranjak ke mana-mana . Tahun 2012 memasuki detik-detik terakhir di kalender penanggalan Masehi. Bumi hampir menyelesaikan satu periode revolusinya mengelilingi matahari. Sedangkan waktu pun terus beranjak maju dan tak akan pernah kembali. Nah, waktu yang maju apakah sudah diimbangi dengan kondisi diri yang juga semakin maju? Bertambahnya usia apakah sudah diiringi dengan penambahan kontribusi positif buat umat manusia? Rasa-rasanya pertanyaan model muhasabah seperti ini perlu saya tujukan untuk diri pribadi. Sudah ngapain saja saya selama ini? :-) Apa pun itu, takdir Alloh sudah tertuang. Mungkin ada yang perlu disesali atas kelalaian menggunakan waktu. Tapi begitu pun apa yang sudah dijalani pun sudah sepatutnya disyukuri. Karena bagaimana pun semua takdir Alloh p

Mengapa Muhammadiyah?

Pertanyaan ini pernah saya terima suatu hari dari seorang rekan. Pasalnya, saya memang orang yang awalnya sama sekali tidak punya latar belakang kemuhammadiyahan. Saya dari TK sampai kuliah, sekolah di sekolah umum, bukan sekolah Muhammadiyah. Saya biasa sholat di masjid biasa, bukan masjidnya Muhammadiyah. Keluarga saya pun tidak satu pun yang berafiliasi ke Muhammadiyah. Hingga saya kuliah, saya juga tidak ikut pembinaan yang dikelola Muhammadiyah. Persinggungan saya dengan Muhammadiyah hanya dari beberapa tetangga dan rekan yang jumlahnya tidak seberapa. Nah, lantas kenapa kemudian saya memilih Muhammadiyah? Di artikel terdahulu saya pernah mengemukakan alasan mengapa saya berhenti liqo. Sebagaimana kita tahu, liqo dalam konteks ini adalah sistem kaderisasi yang dimilik harokah Tarbiyah (Partai Keadilan Sejahtera). Nah, apakah lantas saya bergabung ke Muhammadiyah itu sebagai kompensasi atas keluarnya saya dari harokah tersebut? Jawabannya adalah: Ya! Sebagai seorang yang puny

Ana Milih di Pilkada

Ano: "Na, katanya kamu nggak suka politik. Brarti kamu ikut madzhab yang golput ya?" Ana: "Hah, nggak segitunya juga kali No. Kalau namaku terdaftar ya aku bakal ikut milih lah. Aku kan mau jadi warna negara yang baik. Huehehehe" Ano: "Hehehe, good. Good citizen. Btw kan ntar lagi pilkada nih Na. Kamu nanti milih siapa?" Ana: "Masih rahasia ilahi No. Aku sendiri belum tau" Ano: "Trus ntar yang jadi pertimbangan utama kamu buat milih itu kira2 apa?" Ana: "Buatku yang penting itu trackrecord kepemimpinannya No" Ano: "Bukan gantengnya Na?" Ana: "Emang kita lagi milih Mr Universe gitu?" Ano: "Hehe, becanda aku. Bukan kepribadiannya Na? Rajin sholat, rajin ngaji, rajin tahajud, rajin sedekah, rajin menabung, sederhana, cinta anak isteri? Kan bagus tuh kalau pemimpin bisa diteladani rakyatnya" Ana: "Iya No, itu juga jadi pertimbangan bagus. Tapi buatku sekali lagi yang lebih pent

Impresi Saya dari Kuliah Ekonomi

Hati saya resah. Materi sudah sebenarnya tersampaikan, tapi tetap saja saya belum puas dan ingin lagi dan lagi dan lagi. Tamboh, kalau orang di daerah saya bilang. Saat tahu bahwa ini adalah jadwal perkuliahan terakhir, hati saya seolah menjerit: Tidaaaak!!! -------------- Ini pertama kalinya saya merasa benar-benar tertarik dengan sebuah mata kuliah. Perkuliahan yang seyogyanya terjadwal sebanyak 7 kali pertemuan saya anggap masih kurang dan ingin rasanya ditambah lagi. Inilah mata kuliah Teori Ekonomi. Padahal kalau dipikir-pikir mata kuliah TE ini sudah berulang kali saya terima (sejak SMA hingga jenjang S1). Pun sebenarnya TE ini 'hanya' mata kuliah matrikulasi yang sama sekali tidak punya nilai SKT (Sistem Kredit Triwulan) alias sama sekali tidak punya pengaruh pada indeks prestasi. Apa sebab saya tertarik? Apa karena dosennya? Mungkin iya. Dosen pengajar di kuliah ini adalah dua orang yang saya hormati betul. Yang pertama, Pak Idqan Fahmi dan yang kedua, Pak Noer A

Serigala dalam Hati

Seorang kepala suku Indian Cherokee suatu saat sedang mengajarkan sesuatu pada cucunya tentang makna kehidupan.  "Cucuku, di dalam diri kakek sedang berlangsung sebuah perkelahian. Ini adalah perkelahian sengit antara dua serigala. Serigala yang pertama jahat, - dia adalah rasa marah, sikap iri hati, keputusasaan, penderitaan, rasa malas, sikap pamrih, arogan, egois, kesombongan, dan ketidakjujuran. Serigala yang satunya lagi baik, - dia adalah kebahagiaan, kedamaian, cinta, harapan, ketulusan, kerendahhatian, kejujuran, empati, kebajikan, kedermawanan, dan keyakinan. Perkelahian yang sama juga sedang terjadi di diri kalian dan juga di diri orang lain." Cucu sang kepala suku merenung sejenak memikirkan petuah kakeknya. Kemudian ia dengan polos bertanya, "Kakek, lalu serigala yang mana yang menang?" Sambil tersenyum sang kakek menjawab dengan singkat, "Yang kau beri makan" ---------------------------- Ini cerita klasik yang saya dapatk

Doa Tak Butuh Logika

Image
Ketika tengah tadabbur QS Al Baqarah 38-41, ada hal yang menarik perhatian saya. Yakni ketika diceritakan Nabi Zakariya as. berdoa memohon keturunan yang baik kepada Alloh. Doa beliau begitu sederhana, mungkin sesederhana kehidupan beliau yang zuhud. Kemudian sebagai jawaban atas doa tersebut, Alloh pun mengutus para malaikat kepada Nabi Zakariya as untuk mengabarkan bahwa beberapa saat lagi ia akan Alloh karuniai keturunan. Dialah Nabi Yahya as, sosok yang dikabarkan kelak akan menjadi teladan umat, mampu mengendalikan diri, serta menjadi Nabinya orang-orang yang shalih. Mendengar kabar dari para malaikat itu Nabi Zakariya pun terkejut, bagaimana caranya ia bisa memperoleh keturunan sedangkan ia merasa sudah sangat tua dan isterinya sendiri mandul? Kemudian Alloh pun menjawab: “Kadzalikallaho yaf’alu maa yasyaa”, seperti itulah, Alloh berbuat sesuai apa yang Dia kehendaki. Dengan kata lain, kalau Alloh sudah berkehendak, hukum sebab-akibat dalam dimensi manusia itu seolah sudah t

Isteriku, Semoga Engkau Segera Sembuh

Waktu itu saya baru pertama kali mendengar istilah 'hipertiroid', sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut penyakit di mana kadar hormon tiroid berlebihan dalam tubuh. Berlebihnya kadar hormon tiroid dalam tubuh ini konon berefek langsung pada peningkatan metabolisme sehingga penderitanya punya detak jantung yang jauh lebih cepat ketimbang orang biasa, gemetar (tremor), nafas terasa sesak, bahkan pada sebagian kasus sebelah mata penderita terlihat lebih besar ketimbang mata yang satunya. Innalillahi wa innailaihi roji'un , isteri saya mengidap penyakit ini beberapa bulan setelah kami menikah.  Setelah menjalani beberapa bulan pengobatan dengan konsumsi PTU dan multivitamin, alhamdulillah kadar hormon tiroid isteri saya beringsut normal. Gejalanya pun perlahan berkurang hingga benar-benar hilang. Ia tidak lagi mengeluh sering sesak nafas dan sakit dada tiba-tiba. Tapi takdir Alloh, penyakit hormon memang penyakit laten. Kini setelah putri kami berusia 5 bulan dan s

Berdiri di Antara Para Raksasa

Image
Sampai sekarang idola bela diri saya tetap Jackie Chan. Di dunia imajinasi saya, Jackie Chan bisa mengalahkan Jet Li yang (mungkin) lebih unggul bela dirinya. Why? Karena gaya bertarung Jackie Chan itu dinamis dan mampu menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai tangan dan kakinya yang lain. Setidaknya begitulah yang ditampilkan di film-film :-) -------------------  Ketika saya menyadari begitu gencarnya persaingan usaha di bisnis yang saya geluti, saya merasa seolah tengah berdiri di antara para raksasa. Mereka tampak cukup besar, mapan, kuat, dan tentu saja berpengalaman. Namun petuah dari Atuk Charles Darwin begitu terngiang dalam kepala saya. Katanya, bukanlah yang lebih kuat ataupun yang lebih cerdas yang paling mampu bertahan. Yang paling mampu bertahan adalah yang paling mampu beradaptasi.  Seketika itu juga teringat saya pada kisah klasik tentang pertempuran antara Nabi Daud dan Jalut (Goliath) di mana dikisahkan Nabi Daud yang berperawakan kecil, berada dalam pasuk

Overview Kuliah Ekonomi (Bag. 4)

Image
Determinan Permintaan Kalau dilihat dari kacamata matematika, permintaan dan penawaran adalah dua variabel yang tidak berdiri sendiri. Selain tentunya kebutuhan manusia, ternyata ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keduanya sehingga nilainya pun dinamis dan bisa berubah-ubah seiring dengan waktu. Misalnya, meski masyrakat Indonesua selalu butuh beras, tingkat permintaan di pasar terhadap beras tidak akan sama sepanjang waktu. Permintaannya bisa berubah bersama dengan perubahan harganya di pasar, perubahan selera masyarakat terhadap beras, perubahan harga substitusi dekat dari beras seperti singkong, jagung, ubi, dan sagu, begitu pula dengan perubahan ekspektasi terhadap beras di kemudian hari.  Rasanya sudah menjadi common sense bahwa tingkat harga akan selalu berpengaruh pada tingkat permintaan. Semakin tinggi harga suatu produk, semakin rendah permintaannya. Mengapa? Karena dengan harga yang semakin tinggi, daya beli konsumen akan semakin rendah. Misalnya jika kita pun

Overview Kuliah Ekonomi (Bag. 3)

Permintaan Penawaran dan Pasar Jika kita ditanya, mana yang lebih berharga antara air dengan berlian, hampir pasti kita akan menjawab berlian. Betul bukan? Mengapa kita sanggup berkata demikian? Karena kita tahu dengan pasti bahwa harga berlian akan selalu lebih tinggi ketimbang harga air. Tentu dengan asumsi bahwa keadaan pada saat itu normal. Pada saat keadaan khusus, bisa jadi air yang tadinya murah menjadi jauh lebih berharga/mahal ketimbang berlian. Misalnya saat kita tengah kehausan di padang pasir yang tandus yang kita hampir mati karenanya. Kita tak membawa apa pun selain pakaian dan sebutir berlian di kantong kita. Tiba-tiba ada seorang musafir yang datang membawa sebotol air. Musafir itu berniat memberikan airnya pada kita dengan syarat kita harus menyerahkan butiran berlian yang kita miliki itu. Pada saat itu, apa yang akan kita lakukan? Menyerahkan berlian itu dengan sukarela sebagai bayaran atas air yang akan diberikannya, atau justru menahan berlian dan membiarkan d

Overview Kuliah Ekonomi (bag. 2)

Sepuluh Prinsip Dasar Ilmu Ekonomi Pada dasarnya ada 3 hal yang menjadi cakupan ilmu ekonomi. Pertama adalah bagaimana suatu pihak (baik skala individu maupun kolektif) membuat keputusan tentang sumberdaya. Kedua, bagaimana interaksi pihak itu dengan pihak lainnya, mengingat nyaris semua pemenuhuan kebutuhan suatu pihak pasti membutuhkan keberadaan pihak lain. Ketiga adalah tentang bagaimana secara umum perekonomian itu bekerja. Para ilmuwan, seperti Mankiw, menjabarkan 3 hal di atas ke dalam 10 prinsip dasar. 1. Orang selalu menghadapi tradeoffs. Artinya setiap keputusan yang dibuat atau pilihan yang diambil pasti akan ada korbannya. Entah itu pilihan yang terbuang karena tidak diambil ataupun konsekuensi dari pilihan yang diambil. Seperti kata Stephen R. Covey, jika kita mengangkat satu ujung tongkat secara bersamaan kita akan mengangkat ujung tongkat yang lain. Bentuk konsekuensi itu akan bergantung pada apa keputusan yang dibuat atau pilihan yang diambil. Beda piliha

Overview Kuliah Ekonomi

Belajar ilmu ekonomi kini semacam deja vu bagi saya. Bagaimana tidak. Di SMA ketemu, di kuliah S1 ketemu. Nah, sekarang di magister saya ketemu lagi dengan barang yang satu ini. Ekonomi memang gak ada matinye . Namun saya bersyukur, perspektif saya pada ilmu ekonomi sekarang ini sudah jauh lebih clear. Artinya, konsep-konsep ekonomi yang beragam itu sudah tidak lagi abstrak. Semuanya sudah terbayang, dan mampu dikonstruksi dengan baik di alam imajinasi saya. Mungkin karena pengalaman saya sebagai pengamat amatiran saat jadi aktivis dulu ditambah sekelumit background saya sebagai seorang usahawan. Alhamdulillah. Secara konsep, ilmu ekonomi lahir dari kebutuhan manusia akan kompromi terhadap dua hal: keingingan yang tidak terbatas dan sumber daya yang terbatas. Dua aspek inilah yang akhirnya menciptakan sesuatu yang disebut kelangkaan. Mengapa langka? Karena pasti ada batasan di mana ketersediaan sumberdaya itu tidak akan lagi mencukupi keinginan kita. Dari kelangkaan itu, lanta

eSdua Lagi

Genap setahun lepas dari kampus paska wisuda 2011 lalu, saya alhamdulillah Alloh karuniai kesempatan kembali ke kota hujan. Visi utamanya satu: melanjutkan kuliah magister di MB IPB. Sebuah karunia yang tentu saja patut disyukuri. Thanks to my parents . Saya termasuk orang yang merasakan langsung manfaat dari asuransi pendidikan. Ya, asuransi yang jatuh tempo tepat waktu. Asuransi yang memback-up dari sisi pembiayaan visi orang tua juga, yang ingin anaknya menempuh pendidikan lebih tinggi ketimbang dirinya. Fabiayyi alaa'irobbikuma tukadziban . Subhanalloh. Lalu bagaimana keluarga saya? Pertanyaan yang juga baru terjawab beberapa hari sebelum kepergian saya ke tanah rantau. Jadi, keputusannya adalah keluarga untuk sementara saya tinggal di kampung halaman. Pertama, karena anak kami masih kecil (terlalu kecil bahkan) sehingga masih butuh back-up dari neneknya. Maklum, pengalaman punya anak pertama memang tak mudah. Kedua, karena bisnis kami di kampung masih butuh pengayoman ek

Di Musola FT USU

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke Universitas Sumatera Utara. Saat berkunjung ke musola salah satu fakultas, saya bertemu seorang ikhwah dari Aceh. Dia bukan mahasiswa. Dia jauh-jauh datang ke Medan untuk mengikuti testing kerja sebuah perusahaan perkebunan swasta terkemuka yang memang diadakan di kampus. Dari obrolan kami, saya tahu ternyata sebelumnya dia sudah bekerja, di Dinas PU Banda Aceh. Namun dia merasa tidak nyaman bekerja disana karena menurutnya pekerjaannya dekat dengan syubhat (perilaku korup). Usut-punya usut, ternyata dia memang anak 'ngaji' yang idealis. Mirip dengan saya, dia rupanya juga kerap ngaji di mana-mana alias ngaji lintas harokah. Dia aktif di tarbiyah tapi isterinya sendiri aktif di HT. Baginya itu tidak jadi soal.  Dan obrolan kami pun berlanjut. Nah, yang menarik dari obrolan kami waktu itu adalah ketika dia mengatakan pada saya, bahwa penerapan syariat di Aceh sesungguhnya baru kulit-kulitnya saja.  Tidak seseram yang di

Mengapa Harus Ikhlas?

Orang mungkin sering keterlaluan dan hanya mementingkan diri sendiri. Bagaimanapun, maafkanlah. Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Bagaimanapun, berbaik hatilah. Bila engkau sukses, engkau mungkin akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; Bagaimanapun, sukseslah. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; Bagaimanapun jujur dan terbukalah. Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam; Bagaimanapun bangunlah. Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; Bagaimanapun berbahagialah. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, Mungkin saja besok sudah dilupakan orang; Bagaimanapun, berbuat baiklah. Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu. Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka. Ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu; ------- --------------------- Saya cukup respek dengan cuplika