Isteriku, Semoga Engkau Segera Sembuh

Waktu itu saya baru pertama kali mendengar istilah 'hipertiroid', sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut penyakit di mana kadar hormon tiroid berlebihan dalam tubuh. Berlebihnya kadar hormon tiroid dalam tubuh ini konon berefek langsung pada peningkatan metabolisme sehingga penderitanya punya detak jantung yang jauh lebih cepat ketimbang orang biasa, gemetar (tremor), nafas terasa sesak, bahkan pada sebagian kasus sebelah mata penderita terlihat lebih besar ketimbang mata yang satunya. Innalillahi wa innailaihi roji'un, isteri saya mengidap penyakit ini beberapa bulan setelah kami menikah. 

Setelah menjalani beberapa bulan pengobatan dengan konsumsi PTU dan multivitamin, alhamdulillah kadar hormon tiroid isteri saya beringsut normal. Gejalanya pun perlahan berkurang hingga benar-benar hilang. Ia tidak lagi mengeluh sering sesak nafas dan sakit dada tiba-tiba. Tapi takdir Alloh, penyakit hormon memang penyakit laten. Kini setelah putri kami berusia 5 bulan dan sedang dalam masa menyusui, penyakit itu kambuh lagi. Gejala-gejala serupa muncul lagi. Nah, konsekuensinya sedikit membuat hati kami berduka. PTU kembali menjadi konsumsi isteri saya dan oleh karenanya ia harus bersedia menyapih putri kami lebih awal. Khawatir kalau proses menyusui diteruskan, PTU yang dikonsumsinya ikut masuk ke putri kami yang sedang menyusu sehingga kadar hormon tiroidnya juga tertekan (dokter bilang pertumbuhannya nanti bisa terganggu). Padahal kami sudah beritikad ingin memberikan ASI pada putri kami sampai dua tahun, sesuai perintah Al Qur'an. Faktanya, kini putri kami harus bersedia memperoleh susu yang bukan susu ibunya.

Tapi itulah takdir Alloh. Alloh berhak dan maha berkehendak. Dan sebagai orang yang mengaku beriman kita wajib bertawakal pada Alloh. Kita harus yakin bahwa segala takdir yang Alloh ciptakan pasti mengandung hikmah. Kebaikan yang kita terima acapkali tidak bergantung pada seperti apa takdir yang kita dapatkan tapi lebih kepada bagaimana sikap kita terhadap takdir yang Alloh berikan. 

Saya berpikir, inilah memang dinamika sebuah rumah tangga yang mengharap surga.Tiba-tiba teringat saya salah satu firman Alloh dalam Al Qur'an, apakah kita dibiarkan mengaku beriman sebelum kita diuji? Ya, ujian adalah konsekuensi keimanan yang berujung pada kemuliaan. Dengan ujian sesungguhnya Alloh hendak mengisyaratkan pada kita bahwa kita perlu lebih dekat dengan Alloh. Ujian adalah manifestasi rasa sayang Alloh pada hamba-Nya. Bukankah para Nabi, Rasul, dan orang-orang soleh semuanya tak luput dari uji? :-)

Wahai isteriku, semoga engkau segera sembuh. Bersabarlah, sungguh tak ada balasan bagi kesabaran yang baik selain kasih sayang dari Alloh. Innalloha yuhibbus shobirin, Sungguh Alloh itu sayang pada orang-orang yang sabar

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Saya Berhenti Liqo? (II)

Mengenal Gerakan Islam di Indonesia

Mengapa Muhammadiyah?