Triwulan 1 di MB IPB


Ini checkpoint. Ibarat game Super Mario Bros, ini checkpoint pertama. Tak terasa sudah kurang lebih 6 bulan kaki ini melangkah di pendidikan magister. Ada sedikitnya 3 checkpint lagi. Ada banyak suka, dan alhamdulillah tak terlalu banyak duka. Setidaknya apa yang sudah saya lakukan selama ini bisa berdampak pada peningkatan kapasitas diri, meski belum seberapa. Maka di kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang suasana kuliah serta 'harta' apa saja yang saya peroleh di sana. Karena tulisan ini saya kira terlalu panjang untuk ukuran sebuah blog, maka sengaja saya pisahnya ke tiga sekuel agar membacanya tidak menjenuhkan ^_^

Situasi Kuliah

Kuliah di MB IPB mengingatkan saya pada Semester 3 dan 4 di Jurusan TIN IPB dulu. Banyak tugas akademik, baik yang kelompok maupun yang individual. Rasa-rasanya sistem penugasan di sini memang dirancang untuk membentuk "strength" para lulusannya nanti dan untuk bisa bekerja efektif meski di bawah tekanan. Tak heran selama 3 bulan berjalan, banyak jatuh korban. Banyak rekan-rekan yang memang dalam proses adaptasinya butuh usaha lebih sehingga jatuh sakit, flu, pilek, stres ringan, gejala tipus, patah hati, dan lain sebagainya. 

But anyway, bagi saya ini menyenangkan. Bagi saya semakin tinggi intensitas pembelajaran dengan pengerjaan tugas-tugas, semakin kredibel institusi tersebut. Artinya proses pembelajaran itu memang tidak lagi hanya semata-mata dari dosen, tapi juga aktif dilakukan oleh mahasiswa. Terbukti, saya dan teman-teman pernah diminta untuk membuat makalah akademik untuk sesuatu yang sebelumnya masih sangat asing bagi kami. Tapi entah datang dari mana, laiknya sebuah keajaiban, lahirlah makalah puluhan lembar. Ujung jari seolah menari sendiri menekan tuts keyboard komputer. Untuk ini rasanya kami patut berbangga, bahwa manusia itu mungkin seringkali terlalu meremehkan kemampuannya. Andai ada 'something' yang merangsang hadirnya kemampuan itu, maka hadirlah ia. We can if we think we can. Maka tak salah kiranya kalau akhirnya muncul ungkapan, "Kuliah boleh di MB, tapi kualitasnya Harvard", ^_^

Metode Kuantitatif

Ini salah satu harta paling berharga yang saya terima. Inti yang saya peroleh hanya dua: 1) bagaimana menggunakan sumberdaya seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya, dan 2) bagaimana cara meramalkan masa depan dengan seilmiah mungkin. 

Hal pertama dilakukan dengan menggunakan metode matematis yang deterministik. Kompetensi yang diajarkan adalah bagaimana sedapat mungkin kita mengidentifikasi tujuan, maunya sebenarnya apa, dan kalau mau ke sana butuhnya apa saja. Setelah itu berikutnya harus mampu mengidentifikasi kendala untuk ke sana itu apa saja. Nah, kalau dua hal itu sudah bisa dilakukan dengan baik, insyaAlloh formulanya pun akan ketemu dengan mudah. 

Hal kedua dilakukam dengan metode statistik yang stokastik. Intinya kita diminta untuk mengamati data-data yang ada selama ini. Data-data itu sesungguhnya bisa menunjukkan kecenderungan yang terjadi di masa depan. Nah, di mata kuliah inilah diajarkan bagaimana cara melihat kecenderungan itu sehingga apa yang terjadi di masa depan bisa diperkirakan sebaik mungkin, meski tidak tepat 100%. Dan karena peramalan jenis ini sama sekali tidak memakai bantuan jin, dukun, dan yang "lain-lain" itu, insyaAlloh hasilnya halal :-)

Triwulan 1 di MB IPB (II)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Saya Berhenti Liqo? (II)

Mengenal Gerakan Islam di Indonesia

Mengapa Muhammadiyah?