Posts

My Vote for The Dark Knight Rises

Image
Saya mungkin termasuk yang ketinggalan zaman, baru berkesempatan menonton film The Dark Knight Rises beberapa hari yang lalu. Kalau boleh berpendapat, ini film superhero terbaik yang pernah saya tonton. Apalagi kalau filmnya sudah lulus sensor. Anyway, meskipun saya sadar ini bukan film sempurna (kalau menyempatkan diri surfing di dunia maya bisa kita temukan banyak kritik buat film ini), bagi saya tetap tidak mengurangi inspirasi yang bisa saya peroleh seusai menonton. It's very powerful, very empowering. Beda dengan edisi film batman sebelumnya, bahkan part I dan II-nya meski ada di trilogi yang sama, part III ini menyuguhkan tidak semata aksi si Bruce Wayne dan alternate egonya melawan musuh, tapi juga memperlihatkan bagaimana orang-orang baik yang ada di Gotham itu juga turut berperan signifikan memperjuangkan kota. Yang selama ini sering kita lihat kan, biasanya film superhero selalu menjadikan si superhero sebagai sosok pamungkas yang jadi solusi sejuta umat. Poko...

CEO Forum: Johari Zein

Image
Jalan Spiritual Ala JNE   CEO Forum, 4 Juni 2013 Bersama Bapak Johar Zein, Managing Director JNE “ Tiada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan pula“ QS Ar Rahman: 60   CEO Forum kali ini dimulai dengan sebuah iklan audio visual yang menarik dari JNE. Dalam iklan itu diceritakan seorang kurir JNE yang memulai harinya dengan indah bersama keluarga yang harmonis. Ia berangkat kerja sekaligus mengantarkan anak laki-lakinya ke sekolah. Dalam perjalanannya ke kantor, ia menemukan seorang ibu yang sedang tertatih-tatih membawa barang belanjaannya yang berat. Kurir tersebut pun tak segan-segan kemudian langsung menawarkan bantuan, mengantarkan sang ibu langsung ke tujuannya. Sesampainya di kantor, sang kurir tak lupa menyapa rekan-rekannya di sana dengan senyum cerah ceria dan dibalas dengan cara yang sama pula. Sang kurir pun melanjutkan tugasnya mengantarkan barang dengan riang gembira, tak lupa sesungging senyum selalu diberikan bagi pelanggan yang menerima pesa...

CEO Forum: Petrus Gandamana

Image
CEO Forum, 28 Mei 2013  Bersama Bapak Petrus Gandamana, Chief Editor Bakery Magazine  “Kalau tidak langsung involved di bisnis, bisnis Anda tidak akan jalan”      Bapak Petrus Gandamana adalah sosok profesional muda yang pernah menempa pengalaman bersama PT Bogasari sebagai Sales Manajer. Tidak heran beliau telah merasakan interaksi yang begitu intens dengan industri bakery dan cake sebagai pengguna utama terigu. Pengalaman itu pula yang membuat beliau cukup banyak memahami seluk beluk dunia industri ini dari A sampai Z, dari persoalan proses produksi hingga persoalan regulasi. Dari persoalan sistem manajerial hingga sumberdaya manusia. Intinya, karir profesional tersebut berhasil membuat seorang Petrus belajar banyak hal.        Posisi sebagai sales manajer yang memang harus selalu tanggap terhadap pasar sedikit banyak membuat beliau tersadar bahwa dari waktu ke waktu, jumlah perusahaan bakery dan cake semakin tinggi akibat m...

Koridor Berukhuwah

Image
Good Men and the Pigeons Berukhuwah itu boleh beda pendapat, boleh beda pandangan, boleh beda sikap, boleh adu argumen, bahkan boleh kesel-keselan. Tapi harus dijaga untuk tidak mencela, tidak menggelari dengan gelar yang buruk, tidak mengghibah, tidak mencari-cari kesalahan, dan tidak berprasangka buruk. Kalau itu diajaga insyaAlloh ukhuwah ini akan terus awet...  Wallohua'lam #tadabur QS Al Hujurat 11-12 ---------------------------------- Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-ora...

Mereduksi Resiko Bisnis

Image
Dalam bukunya, Essentials of Entrepreneurship and Small Bussiness Management, Norman Scarborough memaparkan hasil penelitian bahwa dari semua bisnis baru yang muncul, hanya 44% bisnis yang bertahan lebih dari 4 tahun sejak mereka didirikan. Artinya, sepanjang kurun waktu 4 tahun tersebut, lebih dari setengah bisnis yang muncul (56%) gagal. Ya, gagal adalah kosakata umum dalam bisnis. Kalau ada bisnis yang tidak pernah gagal, percayalah itu adalah bisnis di negeri dongeng. Nah, karena kegagalan adalah tabiat dari bisnis, maka orang-orang yang memang berazzam untuk jadi bisnisman/bisniswoman memang harus tangguh. Artinya, mereka harus siap untuk bangkit setiap kali jatuh. Apalagi, bagi kita yang percaya bahwa kita membangun bisnis bukan semata hanya sebagai sarana pencari harta, tapi juga sarana pencari mulia dan kendaraan ummat untuk berdakwah. Motivasi untuk tangguh itu tentu harus lebih besar lagi bukan? Meski demikian, tentu kita harus punya upaya untuk sebisa mung...

Rumus Bahagia

Image
Selama ini mungkin tak sedikit dari kita yang selalu minta lebih sama Alloh, ingin segera menikah, ingin segera mapan, dapet kerjaan, ingin punya gaji besar, ingin bisa kuliah di luar negeri, dan sebagainya. Plus, biasanya kita juga ingin yang dimiliki orang lain, yang belum kita miliki. Dengan anggapan jikalau keinginan itu Alloh penuhi maka kita akan lebih bahagia. Tapi, apa iya itu akan membuat kita lebih bahagia?  Bagi saya pribadi, sesungguhnya pintu masuk yang menjadi penentu kebahagiaan adalah rasa syukur. Bukan terpenuhinya keinginan. Kalau dimodelkan dengan persamaan matematis, kira2 jadinya begini: B = S (H + P + I + C + X) di mana: B = Nilai kebahagiaan S = Nilai kesyukuran H = Nilai harta materiil P = Nilai prestise/self esteem I = Nilai ilmu dan kecerdasan C = Nilai hubungan dengan sesama X= Nilai Error (Nilai lain2 yang tidak tercover dalam model) Maka, makin bersyukur kita, insyaAlloh makin bahagia pula kita. Sebaliknya, kalau s...

The Boy in The Striped Pyjamas

Image
The Boy in The Striped Pyjamas , anak laki-laki di dalam piyama bergaris, film yang mengingatkan saya pada film Grave of the Fireflies . Film yang lagi-lagi menceritakan betapa tidak menyenangkannya suasana perang itu. Kali ini perspektif diambil dari sisi seorang anak, Bruno, putra dari perwira tinggi Nazi yang bertugas 'mengelola' kamp konsentrasi Yahudi di suatu tempat. Latar waktu berkisar pada perang dunia II ketika Jerman pada saat itu dipimpin oleh Adolf Hitler. Bruno dan keluarganya (ayah, ibu, seorang kakak perempuan, dan seorang khadimat) pada awalnya tinggal di Berlin. Namun saat sang Ayah, Ralf, dipromosikan karir militernya mereka diharuskan pindah ke sebuah daerah yang tidak disebutkan namanya, di pelosok Jerman, di pinggir hutan. Di kediaman barunya ini Bruno berinteraksi dengan suasana baru yang jauh berbeda dengan suasana yang selama  ini ia hadapi di Berlin. Rumahnya berpagar tinggi dan dijaga oleh tentara. Sama sekali tak punya tetangga. Bruno tak...