Posts

Pemuda Tumbal

Pengalaman dunia bercerita, bahwa perubahan signifikan di masyarakat itu selalu saja butuh "tumbal". "Tumbal" itu adalah pemuda-pemuda yang bersedia berkorban, bersabar pada cemoohan, bertahan dalam goncangan, bekerja lebih keras, tidur lebih larut, istirahat lebih akhir, dan seterusnya. Dan saat dunia nantinya berhasil berubah, mereka, para pemuda "tumbal" itu mungkin tak akan diingat orang sebagai siapa-siapa... Tapi sungguh, Alloh nggak pernah lupa dan nggak akan pernah lupa... ------------------- Hari ini saya teringat pada sosok Goris Mustakim, senior saya yang sama-sama pernah mengecap pembinaan di PPSDMS Nurul Fikri. Beliau bagi saya adalah inspirasi yang punya nilai lebih. Entahlah, barangkali karena jalan pikirannya begitu mirip dengan jalan pikiran saya. Saya cukup kaget ketika dalam sebuah talkshow (Kick Andy kalau saya tidak salah) beliau berkata bahwa jangan sampai Indonesia kelak hanya dilihat dari Jakarta. Indonesia adalah Sabang hingg...

Bang Khairul

Sebut saja nama beliau Khairul. Beliau salah satu jamaah pengajian ranting Muhammadiyah Kisaran Barat dan termasuk yang rajin dan aktif. Yang paling saya ingat dari beliau adalah wajahnya, yang mengingatkan saya pula dengan wajah seorang sahabat lama saya, Heri Eko. Ah, tapi bukan itu yang ingin saya sampaikan di sini.  Jum'at itu, kami bersama beberapa jamaah lain sepakat untuk pergi pengajian rombongan (bersama-sama). Maklum kala itu pengajiannya dilakukan di Gedangan, sebuah daerah yang lumayan jauh dari tempat kami berada. Sambil menunggu beberapa jamaah yang mau datang, saya pun berkesempatan ngobrol dengan Bang Khairul, empat mata. Awalnya pembicaraan biasa, tapi lama kelamaan Bang Khairul mulai bercerita tentang kegandrungannya dengan kopi. Katanya, beliau hampir tidak bisa lepas dari kopi. Setiap sore sebelum pulang kantor, ada ritual yang mesti dilakukan: minum kopi. Usut punya usut, ternyata beliau pun sadar kalau rupanya memang kecanduan kopi. Cofee addicted . ...

Bimbel Dasar dan Bimbel Menengah

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah pemikiran Bapak Iwan Pranoto, guru besar ITB yang pernah memposting artikelnya di kompas.com. Bagi saya, artikel beliau cukup mencerahkan dan menawarkan perspektif baru dalam memandang pendidikan dan sinkronisasinya dengan masa depan. Dalam artikel tersebut, beliau menyuarakan kekhawatirannya atas pola pendidikan masa kini yang cenderung tidak peka perubahan. Beliau menilai di era kini, kemampuan bernalar tingkat tinggi adalah sebuah tools yang teramat penting. Namun sayangnya sekolah-sekolah kita tidak mengajarkan itu pada para siswanya. Sekolah-sekolah masih saja berorientasi mendidik siswa untuk "menghafal informasi". Orientasi seperti itu beliau nilai keliru, karena yang lebih penting adalah bagaimana para siswa nantinya bisa memanfaatkan informasi, bukan sekedar menyimpannya. Beliau berpendapat, masalah penyimpanan dan pencarian informasi di zaman ini sudah bisa diserahkan tugasnya pada mesin. Google misalnya. Oleh karena itu si...

Terbata-bata hingga Menjadi Bisa

Ini sepenggal cerita sederhana tentang seorang anak yang malas belajar mengaji. Di zaman SD dulu, ketika teman-temannya sibuk sekolah arab (sekolah mengaji) selepas pulang sekolah, dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah main Nintendo. Atau kalau sedang rame, dia juga main sepakbola di halaman depan rumahnya. Tak ada guru khusus yang mengajarnya mengaji. Praktis hanya ibundanya yang mengajarnya iqro 1-6 selepas sholat maghrib, itupun dengan susah payah. Hari yang paling disenanginya ketika itu adalah hari Sabtu, karena di hari itu ibundanya membiarkan dia "libur" mengaji. Pernah suatu kali karena sudah kelewat malas mengaji, ibundanya mengancam melarangnya main nintendo sebelum dia mau mengaji. Karena tak tahan sehari tanpa Nintendo, dengan terpaksa si anak ini pun mengaji. Dua belas tahun kemudian, ketika dia sudah beranjak SMA, level bacaan mengajinya belum beranjak banyak. Dia memang sudah bisa membaca Al Qur'an, tapi dengan seadanya bahkan cenderung ter...

Pilihan ini disukai Alloh tidak ya?

Adik: "Mas, menurut Mas gimana kalau ada orang yang mencibir, "Kuliah mahal-mahal, kok kerjanya malah nggak sesuai jurusan?", atau "Kuliah jauh-jauh kok akhirnya jualan? kalau sekedar jualan mah nggak perlu kuliah." Mas: "Tenang aja Dek, nggak usah dianggap serius. Mereka nggak sungguh-sungguh kok" Adik: "Maksudnya?" Mas: "Kalau mereka tau kerjaan atau bisnisnya itu bisa menghasilkan pendapatan ratusan juta per bulan, mereka bakal diam." Adik: "..." Mas: "Kadang yang sesungguhnya jadi standar mereka itu bukanlah jurusannya sesuai atau tidak, tapi menghasilkan uang banyak apa tidak" -------------------- Cibiran, mungkin jadi hal paling klasik yang dipertimbangkan seseorang untuk memilih jalan hidupnya. Seseorang sangat mungkin (sering bahkan) menjadikan persepsi orang lain sebagai koridor yang menuntun pilihannya, lebih ketimbang suara hatinya sendiri. Hasilnya mungkin seperti yang pernah disinggung St...

Son of Man

Son of Man , Original Soundtrack dari film animasi lama "Tarzan". Sejak dulu saya sudah interest dengan lagu ini, tapi baru sekarang saya "ngeh" dengan liriknya. Alhamdulillah, ternyata liriknya cukup inspiratif :-).  Semoga bermanfaat... Lyrics | Phil Collins lyrics - Son Of Man lyrics Oh, the power to be strong  And the wisdom to be wise  All these things will  Come to you in time  On this journey that you're making  There'll be answers that you'll seek  And it's you who'll climb the mountain  It's you who'll reach the peak  Son of Man, look to the sky  Lift your spirit, set it free  Some day you'll walk tall with pride  Son of Man, a man in time you'll be  Though there's no one there to guide you  No one to take your hand  But with faith and understanding  You will journey from boy to man  [ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/p/phil+collins/son+of+man...

Mengapa Kita Menolak Irshad Manji?

Image
Apa yang ada di benak kita andai mendengar kabar seorang tamu akan datang berkunjung? Mungkin akan ada perasaan senang yang menggelayut di hati kita, membayangkan suasana hangat yang akan terbina. Ditambah lagi pesan dari Rosululloh saw untuk senantiasa memuliakan tamu, yang artinya kedatangan tamu itu akan memberi kita kesempatan untuk mendapat rahmat dari Alloh.  "Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya" (HR Bukhari) Lalu mengapa kita merasa perlu menolak Irshad Manji? Tidak kah penolakan itu berseberangan dengan pesan Rosululloh di atas? Bukankah Rosululloh juga pernah menerima tamu non-muslim sekalipun? Jawabannya tentu kembali pada pertimbangan kemanfaatan dari sebuah kedatangan itu. Bertamu yang dikehendaki adalah bertamu yang mengundang manfaat bagi kedua belah pihak, menjalin silaturrahim, memupuk kasih sayang, atau memenuhi suatu kebutuhan misalnya untuk berniaga, membantu ibnu sabil (musafir), dan sebaga...