Posts

Alloh Memang Maha Baik

Ada sebuah pengalaman yang mau saya share kali ini. Pengalaman yang entah untuk yang keberapa kalinya membuktikan bahwa Alloh itu Maha Baik. Pengalaman itu soal kunci motor. Mungkin sudah jadi bawaan saya selama ini punya sifat kurang teliti. Lalai. Teledor. Gampang lupa. Nyaris setiap pagi sebelum saya berangkat kerja selalu ada pertanyaan semacam ini sama isteri, “Dek, dompet Mas dimana ya?”, “Dek, kacamata Mas tadi mana ya?”, “Dek, ngeliat kunci kereta Mas nggak?” Kalau pakai gayanya Dodit Mulyanto, mungkin isteri saya harusnya bilang begini, “Mas yang punya barang, Mas yang naruh barang, terus Adek yang harus nyari..!!?” Biasanya sekitar 2-5 menitan habis waktu kami buat mencari, dan memang Alhamdulillah selalu ketemu. Dan ajaibnya dari 1000 kali saya kehilangan barang, 999 kali yang menemukan itu isteri saya (tepuk tangan buat isteri saya…). --- Tapi hari itu situasinya agak beda. Waktu itu saya baru pulang dari kantor naik krl (commuter line), dan sampai di stasiun Bogor s...

Dakwah yang Tak Laku

Image
Jalan Berbatu (sumber: Natgeo ) Ada pemandangan yang membuat saya trenyuh sore itu. Kira-kira setengah dekade lalu waktu saya masih kuliah di IPB. Seorang ibu, berusia separuh baya, duduk termenung sendirian di ujung koridor, di tepi jalan. Di depannya ada sekeranjang bunga petik yang masih segar. Saya mengira si Ibu masih berharap akan ada mahasiswa yang akan membeli dagangannya, untuk dijadikan buah tangan bagi para wisudawan sebagaimana tradisi di kampus ini pada umumnya. Tapi menurut saya itu bakal sulit. Saat itu sudah menjelang maghrib, dan acara wisuda sudah selesai sejak siang. Tak laku. Mungkin jadi salah satu situasi yang paling tak nyaman buat para pedagang. Seperti dialami si Ibu. Dan saya paham bagaimana rasanya. Duduk seharian di kios tanpa seorang pun yang membeli, pernah saya alami. Sementara perut isteri dan anak sudah meminta buat diisi. Ah, sudah-sudah. Bukan waktunya bermelankolis ria. Namanya usaha, itulah resikonya. Itulah konsekuensi wajar yang harus ...

Kalimatun Sawaa'

Image
Loyal Companion (sumber: Natgeo ) Dalam sebuah sesi sharing bersama dengan adik-adik pengenyam salah satu program beasiswa pem binaan, saya ditanyai. Kebetula n saat itu tema sharing saya adalah soal penyikapan terhadap ide pendirian negara Islam. Redaksi persis p ertanyaan nya saya lupa, tapi kira-kira isinya begini, " Bang , gimana cara kita bisa mendirikan negara Islam sementara masyarakat kita begitu heterogen?".  Iya pulak, saya pikir. Orang Indonesia memang bermacam ragam. A da yang Islamis, ada yang sekularis, ada yang nasionalis . Yang Islamis pun belum pasti satu suara . Coraknya juga bervariasi. Yang seku laris dan nasionalis apa lagi. Belum lagi kalau mau dipikir, nggak sedikit juga orang yang secara kriteria sebenernya nggak masuk ke tiga golongan tadi. "Ini pertanyaan yang susah di jawab, dan sa ya gak tau jawabannya", ujar saya. Tapi enta h kenapa tetiba muncul begitu saja sekelebat pemikiran di kepala , saat si adik mahasiswa tadi mendes...

ATM Error 2 The Series

Image
Mesin ATM, sumber: pixabay.com Ini film rilisan tahun 2013. Dan saya baru berkesempatan buat nonton di awal Januari 2016. Itupun tak sengaja. Pas mindah chanel di TV, ngelihat Chantavit Dhanasevi muncul. “Eh, film apa ini?”, begitu saya membatin. Wajah Chantavit memang akrab di ingatan saya karena film “ATM Error” dan “Hello Stranger” yang pernah dibintanginya cukup bikin saya berkesan. Waktu itu saya masih inget-inget lupa dengan wajahnya Preechaya, pemeran tokoh Jib. Maklum, wajah perempuan oriental di mata saya kayaknya sama semua. Jadi waktu itu masih belum ngeh. Nah, begitu saya ngeliat wajah Yoh muncul, baru saya tersadar. “Oh, ini dia film ATM Error yang versi sinetron”, begitu kira-kira isi kepala saya. Sebelumnya saya sebenernya udah tau ada sequel dari film ATM Error lewat Youtube, tapi ya nggak nyangka aja dia diputar di TV nasional. ATM Error 2 menceritakan kelanjutan kisah dari Sua dan Jib, yang di akhir versi movie sebelumnya *SPOILER* memutuskan untuk me...

The Myth of Religious Violence: Komentar

Image
Awalnya saya baca dari share seorang teman di fb. Penulisnya Karen Armstrong, diposting di The Guardian. Tulisan lengkapnya bisa dibaca di sini . Paparan yang cukup menarik. 1. Sekulerisasi (pemisahan agama dari urusan publik) diyakini dunia barat sebagai langkah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, damai, dan demokratis, karena ada anggapan agama seringkali jadi sumber kekerasan. Tapi penulis memaparkan beberapa kasus (banyak malah), dimana proses sekulerisasi, ataupun pemerintah sekuler yang sudah berdiri di banyak tempat di dunia juga tak luput dari aksi-aksi penindasan, bahkan pembantaian. Di sini seolah-oleh penulis ingin menyampaikan, mengidentikkan agama dengan kekerasan dan sekulerisme dengan perdamaian adalah tidak relevan. 2. Ada kasus menarik, ketika revolusi meletus, Masyarakat Prancis berupaya keluar dari pengaruh agama, dengan mendeligitimate otoritas Gereja pada waktu itu. Mereka memilih untuk menjadi masyarakat sekuler. Tapi setelah itu mereka justru membu...

Ketika yang Halal Tercampur yang Haram

Image
Jasmine Flowers : Natgeo Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya. Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu. Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham. Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran. Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebu...

Kilang Pertama

Image
Pompa sumur minyak terus beroperasi siang-malam (sumber foto: di sini ) Tahun 1859, dunia memasuki era baru. Waktu itu Edwin L. Drake berhasil mengebor sumur minyak bumi untuk pertama kalinya di Titusville, Pennsylvania. Berita itu menyebar cepat hingga ke Hindia Belanda, dan 12 tahun kemudian Jan Reerink mencoba peruntungannya mencari sumur lainnya di tanah Jawa. Cibodas, Tangat, Maja, Majalengka, sampai Cirebon pernah ditelusurinya untuk mencari si 'emas hitam'. Tapi nampaknya nasibnya belum mujur. Satu dasawarsa kemudian di sebrang lautan, di daerah Langkat, Sumut, Aeliko Janszoon Zeijlker, seorang administratur perkebunan tembakau, kebetulan sedang berteduh dari guyuran hujan di sebuah gubuk. Berhubung hari makin gelap, seorang mandor yang menemaninya menyulut obor untuk penerang malam. Obor ini lain: lebih benderang. Sang mandor rupanya membasahi ujung obornya dengan cairan di belakang gubuk. Terdorong rasa ingin tahu, Zeijliker mengambil cairan itu. Terkaannya, c...