Ini Resolusi Ramadhanku, Kamu?

Tulisan ini dibuat 18 Sya'ban 1433 H berdasarkan perhitungan kalender Ummul Quro. Itu artinya, kurang dari 2 pekan lagi Ramadhan, sang bulan mulia itu akan tiba di tengah-tengah kita. Terlepas dari perbedaan 1 Ramadhan yang kemungkinan akan terjadi di tengah kaum muslimin nanti, setidaknya itu tidak menjadi penghalang kita untuk mempersiapkan Ramadhan dengan baik, baik jasadiyah, fikriyah, maupun ruhiyah dengan baik. Dan salah satu wujud konkret persiapan Ramadhan itu adalah dengan merencanakan resolusi, target-target yang hendak dicapai saat Ramadhan berlangsung. Setuju?

Sebagaimana kita tahu, output dari Ramadhan setiap tahun selalu sama: menjadi muttaqin, alias manusia yang bertakwa. Namun tentu setiap tahun kita berusaha untuk mencapai level takwa yang berbeda. Kalaulah level takwa kita di Ramadhan ini sama saja dengan level takwa kita di Ramadhan tahun lalu, itu artinya kita termasuk orang yang tak memperoleh manfaat banyak dari Ramadhan. Bahasa lainnya, kita termasuk yang bangkrut, karena belum bisa mengoptimalkan momen Ramadhan. Maka, langkah pertama untuk membuat resolusi saya kira adalah menetapkan standar yang lebih tinggi ketimbang standar yang sudah-sudah. Namanya juga naik level, betul tidak?

Just for share, ini beberapa resolusi saya. Kalau rekan-rekan pembaca ingin berbagi, silakan sampaikan resolusinya di bagian komentar ya. Semoga kita bisa saling menginspirasi :-)

----------

Resolusi #1: Nambah hafalan minimal 1 juz

Ramadhan tentunya jadi momen yang paling spesial bagi yang demen dengan Al Qur'an. Bil khusus bagi yang punya atau sedang mengikuti program tahfizh, Ramadhan ibarat bonus area di permainan Super Mario Bros. Sungguh sayang kalau disia-siakan. Maka, target yang dipasang pun nggak main-main: harus bertambah minimal 1 juz hafalannya. Konkretnya dengan sistemnya Syaikh Yahya Az Zawawi, satu hari harus bisa menghafal 1 halaman. Kalau 1 juz itu dengan standar mushaf terbitan Sygma Examedia ada 20 halaman, berarti 1 juz bisa dicapai dalam 20 hari. Sisa 9 atau 10 harinya digunakan untuk melancarkan dan menguatkan hafalan. Kalau memungkinkan, sisa hari Ramadhan juga bisa digunakan untuk menambah hafalan baru lagi.

Realistis kah mengafal 1 halaman per 1 hari? Sangat realistis. Saya pribadi pernah berkali-kali melakukannya. Syaratnya mutlaknya cuma 2, yakni niat yang kuat dan komitmen untuk mengalokasikan waktu prima kita untuk itu. Jadi untuk menghafal, kita sama sekali nggak boleh menggunakan waktu-waktu sisa. Menghafal harus menggunakan waktu-waktu utama, seperti halnya ketika kita mengalokasikan waktu khusus untuk sekolah, kerja, atau kuliah. InsyaAlloh, Alloh akan bantu dengan karunia-Nya.

Resolusi #2: Nambah aktivitas dakwah

Ramadhan adalah bulan dakwah. Lihat saja tayangan di televisi yang sekian banyak jumlahnya, yang ketika masuk bulan Ramadhan siaran bernuansa dakwah dan bernuansa "berniat dakwah" cukup gampang ditemui. Yang tersaji bukan cuma ceramah agama para ulama, ustadz, atau kiai, tapi juga sinetron bergenre religi, lagu-lagu religi, dan lain-lain yang serba religi. Kita pandang positifnya saja ya, tak usah menerka-nerka apa yang ada di hati mereka. Oleh karena itu, dalam rangka fastabiqul khoirot, kita pun selayaknya ambil bagian dalam aktivitas dakwah ini.

Bagi saya pribadi, alhamdulillah sudah ada titah untuk kembali jadi instruktur sanlat di SMA saya dulu. Ini satu kesempatan bagus untuk berdakwah. Tapi tentunya amal dakwah tidak boleh pasif atau menunggu panggilan saja. Kita harus proaktif. Untuk itu saya juga mencanangkan di bulan Ramadhan ini blog ini akan saya update per 2 hari. Isi updatenya insyaAlloh berupa artikel-artikel keislaman. Tentu dengan tetap menjaga filosofi blogging yang saya pegang: no copy paste alias tidak boleh njiplak abis isi blog atau site orang lain! Lantas dari mana saya akan dapatkan bahan untuk artikel? Alhamdulillah lagi, di salah satu masjd Muhammadiyah di kota saya selalu ada ta'lim harian selepas Isya. Jadi isi ta'lim itu bisa saya buat resumenya dan akan saya bagi di sini. InsyaAlloh.

Resolusi #3: Nambah penghasilan 20%

Pengusaha adalah profesi dengan penghasilan yang tak pasti. Tapi justru di situ letak tantangannya: bagaimana penghasilan itu bisa terus meningkat dalam waktu dekat. Nah, Ramadhan adalah bulan amal, dan seperti adagium yang sudah jadi rahasia umum, di mana-mana harga barang ketika Ramadhan hampir bisa dipastikan naik. Betul tidak? hehehe. Tapi tenang, wahai rekan-rekan pembaca yang biasa jadi pelanggan kami, insyaAlloh kebijakan menaikkan harga itu tidak akan kami gunakan. Harga barang-barang kami akan tetap segitu-segitu saja di Ramadhan ini.  Kami sebagai pengusaha cukup meningkatkan 'amal' usahanya supaya keuntungan bisnisnya bisa meningkat. I'malu fauqo ma 'amilu, bekerjalah di atas kerja-kerja orang lain. InsyaAlloh kalau kita rela bekerja ekstra, kita akan layak mendapat hasil ekstra dari Alloh, terlebih kalau kerjanya itu disertai target yang visible. Semangat!

Resolusi #4: Nambah skill baru, fotografi

Alhamdulillah, saya termasuk orang yang beruntung karena di tahun ini Alloh beri saya kesempatan untuk memakai kamera DSLR secara gratis, tanpa membeli (karena meminjam milik orangtua). Rasa syukur itu klop karena memang saya punya benih-benih bakat seni rupa. Ditambah lagi, adik saya yang kuliah di UI kemarin jalan-jalan ke Book Fair di Senayan dan katanya waktu pulang nanti mau bawa oleh-oleh buku tentang fotografi. MasyaAlloh. Belum lagi, kami punya usaha bisnis yang butuh keahlian fotografi supaya bisa dipasarkan secara online. Ini seperti persimpangan yang bermuara di satu ide: saya bisa menambah skill baru nih di bidang fotografi. Alhamdulillah, sekali lagi alhamdulillah. Mumpung masih muda, skill tertentu harus bisa membuat kita jadi istimewa. Betul tidak? :-)

Resolusi #5: Nambah ilmu baru dengan membaca sampai tamat 2 judul buku

Ini kebiasaan powerful yang diwariskan di program beasiswa PPSDMS dulu. Pokoknya tiap bulan harus ada tamat 1 buku, minimal. Nah, di Ramadhan ini saya punya target 2 buku. Bukan untuk keren-kerenan tapi kita realistis saja, berapa banyak sih ilmu yang bisa kita tambah tanpa buku? Bertambah jumlah bacaan saya yakin berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah ilmu, sekecil atau seremeh apa pun ilmu itu. Maka membaca buku harus jadi menu wajib di Ramadhan kali ini.

----------

Akhir kata, saya juga lagi-lagi bersyukur karena merasa punya resolusi di atas dan punya waktu untuk merealisasikannya. Kadang ada orang yang belum Alloh anugerahi waktu untuk membuat target-target Ramadhan. Bisa jadi karena kesibukannya di tempat kerja atau yang lainnya. Tapi saya ingat seorang teman pernah mengatakan, kalau kita tak menyempatkan, kita tak akan pernah sempat mengerjakan apa-apa.

Ya, yang terpenting adalah niat. Sesibuk apa pun kita, saya yakin kita masih punya cukup waktu untuk memiliki target Ramadhan yang paling realistis bagi kita. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa target, tanpa resolusi. Karena target atau resolusi itulah yang jadi alat evaluasi kita. Apakah kita sudah naik level atau belum?

Saya berdoa semoga saya beserta rekan-rekan pembaca semuanya Alloh beri kesanggupan untuk melewati Ramadhan tahun ini dengan baik, dan kembali lulus dengan predikat takwa. Tentu dengan level yang lebih tinggi. :-)

Wallohua'lam

Comments

  1. Subhanallah kak resolusinya,
    mudah2an ana bisa melakukannya jga,
    Tak lupa akan Resolusi #2 :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengapa Saya Berhenti Liqo? (II)

Mengenal Gerakan Islam di Indonesia

Mengapa Muhammadiyah?